20090413

AKU & MERCY-Ku


Motorku Binter Mercy KZ200 yang udah aku modif "minimalis". Dengan tautan berbagai macam "onderdil" dari Piringan Cakram Depan punya Tiger 2008, Rem Cakram Belakang Pake punya Jupiter, Pelek Racing punya'e Tiger 2008 Ban Belakang ukuran 130/70/17, Ban Depan 100/70/17. Dua2-nya merk Swallow. Karburator pake King 2007. Knalpot bikinan sendiri, Shockbreker beli di tempat assesories. 1 set Rantai + Gigi "Gir" Tariknya punya'e Tiger. Tangki di reka-reka pake punya'e Mega Pro. Wah "Super Gado-gado" kata konsumenku yang sering datang ke bengkel modif dan krom-ku. Pokoknya full modification. Belum lagi semua dikrom, kecuali rangka, tangki dan spackboard belakang. Lu bisa ngeliat hasil perpaduan "Gado-gado-ku". Ok bro ! Read More......

20090401

BiKiN KiL@P & KiNCLoNG

Anda seorang yang suka Modification alias "kutak-kutik" sepeda motor & berbagai accesoriesnya ? Anda ingin membuat "KiL@P dan KiNCL0NG" ? Kamilah SOLUSi-nya.CHROME (baca: KROM) sudah bukan asing lagi bagi Modificator. Percayakan Spare Part's anda untuk kami kerjakan dengan kualitas yang berbeda. Bagaimanakah caranya dan berapakah harga masing-masing @ item Spare Part's anda ? Silahkan Klik
Daftar harga dan Cara Pemesanan
Read More......

TIP's Ntuk Modifikasi

Banyak di antara kita yang suka modifikasi motor (modif), namun banyak pula yang tidak. Rata-rata yang mengaku suka malah menjadikan hobi. Bahkan banyak pula yang akhirnya jadi maniak modif. Sebaliknya, yang tidak senang modif menganggap modif berbahaya dan menimbulkan biaya lebih (boros).
Nyatanya, hampir-hampir semua motor sudah mengalami modifikasi sedikit atau banyak. Mungkin orang tidak menyadari telah melakukan modif karena tampilan motor masih standar. Padahal sejumlah item telah mengalami perubahan. Ganti busi yang lebih kuat, ganti stang yang lebih nyaman, ganti model lampu yang lebih cakep dan terang adalah modif sederhana.
Karena itu, yang penting dari modifikasi adalah tujuan dan fungsinya. Tujuan modifikasi yang baik adalah meningkatkan kinerja dan tampilan motor sehingga lebih aman, nyaman, cepat, dan gaya.
Lebih aman karena modifikasi yang baik akan menggunakan alat yang biasanya after market atau limbah copotan motor import yang kualitasnya lebih baik. Lebih cepat karena dengan modifikasi, baik kapasitas mesin bisa dimaksimalkan, atau kemampuan pengendalian (handling) lebih dioptimalkan. Nah, terutama ini: lebih gaya. Dengan modif, tampilan standar ga lagi culun. Perpaduan berbagai asesori maupun piranti body, ajrutan, cat, dsb, bisa membuat motor benar-benar menarik: lebih macho atau manis, tergantung selera.

Read More......

Packing, Sill & Bearing

Usia komponen tergantung cara pemasangan. Malah, kalo di awal cara masangnya benar, spare-parts yang biasanya sekali bongkar harus ganti pun bisa dipakai ulang. “Pemasangan salah membuat komponen tidak bisa dipakai lagi setelah dibongkar,”
Paking, sil dan bearing atau laher alias bantalan peluru termasuk komponen yang mestinya diganti jika dilepas dari posisinya. Tapi, di zaman susah begini, sayang jika harus ganti komponen itu tiap kali dibongkar.
Jika saat pasangnya benar, sil, paking dan laher bisa dipakai ulang. “Biasanya paking, sil dan laher rusak jika dilepas. Paking robek, sil koyak atau kendur dan bearing oblak saat dicopot,”
Salah satu cara yang dianjurkan adalah dengan melumasinya sebelum paking, sil atau bearing dipasang. Bisa pakai oli, atau grease alias gemuk. “Paking dilumasi agar tidak melekat pada kedua dinding komponen yang dilapisi. Lagipula pelumasan bisa membuat paking makin rapat mengunci sambungan antar komponen,”
Beralih ke sil, bagian yang kudu dilumasi lubang yang ada per-nya dan sisi luar yang nempel di rumah sil. “Lumasi dengan oli atau grease agar saat dimasukkan ke rumahnya, sil tidak rusak. Dan saat lubang sil dimasuki komponen lain tidak koyak,”
Terakhir, tinggal bearing. Laher haram kering dari pelumas. Apalagi bantalan peluru yang posisinya di luar mesin. Misalnya, di roda. “Baiknya laher di roda dan bagian luar mesin lain diberi grease dulu. Selain menjaga kotoran tidak langsung menggerus pelornya, juga menambah kelancaran putarannya.”
Nah, jika cara ini dilakukan, semoga bisa mengirit. Paking, sil dan bearing bisa dipakai meski sudah dua kali bongkar-pasang. Terakhir, jangan lupa dibersihkan saat menservis.

ALAT BONGKAR YANG BENAR

Selain cara pasang yang benar, trik membongkar atau melepas paking, sil dan laher yang benar pun bikin ketiga komponen ini bisa dipakai ulang. Semua itu bisa dilakukan jika cara melepasnya menggunakan alat yang khusus.

Misalnya, sil dan bearing dilepas menggunakan tracker khusus. Melepas sil jangan dicungkil pakai obeng. Membongkar laher juga bukan digetok palu atau didorong dengan besi. “Bengkel resmi atau bengkel yang baik biasanya menyiapkan alat khusus ini. Jadi, nggak salah bertanya kelengkapan alat bengkel sebelum servis,”
Read More......

TIP's Memilih BAN

Modifikasi motor, paling sip pakai ban telapak lebar. Kesannya gagah banget, cuy! Apalagi pilihan ban untuk tampil gahar juga sangat banyak di pasaran. Sehingga membuat biker nafsu untuk mengaplikasinya. Tapi jangan asal lebar, harus tetap ada batasannya lho. Banyak konsumen datang maksa beli ban lebar, namun begitu mereka dikasih tahu harus modif arm, pada nggak mau. Begitu laporan dari sebagian pedagang ban di sentra variasi dan komponen. Karena itu baiknya sebelum belanja ban, harus paham ukuran maksimal lengan ayun.
MOTOR SPORT
Paling banyak pasang ban lebar biasanya motor sport alias motor laki atau batangan. Dari segi tampilan total memang pas, apalagi tenaga motor laki juga menunjang. Di sisi lain pemasangan ban lebar kudu diimbangi pelek dan swing-arm lebar pula. Untuk itu kudu waspada, jangan asal beli, khawatir tidak bisa dipasang.
PEMAKAI BEBEK CENDERUNG 110/80X17
Pasang ban belakang lebar di motor bebek, sekarang memang nggak lagi ngetrend. Kecuali kalau kaki-kaki tunggangan sudah dimodif. Sebagai pengimbang tampilan, wajar kalau butuh ukuran ban seperti itu.
Meski tidak sedang diminati, kenyataannya ada saja pemilik motor ingin tampilan rodanya lebar bak moge. Padahal menerapkan ban itu di bebek punya batasan ruang di sekitar lengan ayun.

Agar tidak salah pilih atau beli. Juga, idealnya pakai ban ukuran berapa sih biar tapak ban nggak mentok kanan-kiri dan depan? “Di hampir semua bebek, ban yang bisa masuk di lengan ayun rata-rata hanya sampai 120. Dan biar tidak mentok ke depan, tinggi ban harus turun sampai 80. Tapi kebanyakan sih pakai 110/80-17,” buka Didi PA., mekanik Winajaya Motor di Jl. Pahlawan, No. 2B, Rempoa, Jakarta Selatan.
Batas akhir ukuran ban seperti diutaran Didi, lantaran tapak ban rawan bergesek dengan cover rantai atau batang besi penghubung tuas rem belakang. Sedang kalau ketinggian, tapak ban bisa menyentuh besi penghubung lengan ayun. Atau dengan spatbor belakang saat sok kompresi bila jaraknya pendek macam punya Honda Supra X atau Grand.
Akan tetapi batas ukuran itu tidak berlaku bagi pemilik motor Jupiter MX atau Satria F-150. Bebek special ini, dibilang begeitu lantaran andopsi lengan ayun tunggal, masih bisa pakai ban sampai ukuran 130/90. Meski konsekuensinya roda jadi berat dan yang pasti boros bensin.

PETA BAN BALAP SKUBEK
Kecenderungan kebutuhan skubekers yang demen balap, memilih ukuran 80/90x14 dan 90/80x14 atau 90/90x14. Soalnya, ukuran itu itu dianggap pas, tidak terlalu lebar dan tidak kekecilan. Nah, soal produk, cukup banyak pilihan. Sejumlah produsen sudah membuat produk aftermarket yang biasa dipilih jadi ban balap. Meski, tidak semuanya klaim bahwa itu ban racing, tapi terbukti handal buat harian dan balap.
Peta produk ban balap dikumandangkan Indotire. Bahkan mereka sudah riset dan support empat seri balap skubek 2009. “Untuk yang 90/80x14 sebentar lagi ada. Kalau yang sudah siap di pasaran dan sudah dipake di balap skubek 80/90x14 dan 100/90x14,” terang Bunyamin, Product Development, PT Central Sole Agency, produsen ban Indotire.

FDR justru sudah lebih dulu punya tipe 90/80x14 dan 80/80x14. Juga sudah tersebar di pasaran dan banyak dipakai balap. Namun pihak FDR tidak menyebut untuk racing. “Hanya memberi performa lebih dibanding ban biasa. Versi racing sesungguhnya masih develop,” terang Mahar Marjono dari PT Suryaraya Rubberindo Industries, produsen FDR.

Begitu juga IRC, pabrikan yang gemar support balap Tanah Air ini juga belum keluarin seri racing ring 14 inci. Mereka juga masih dalam tahap development. “Lihat saja perkembangannya. Kami sudah siapkan rencana itu,” terang Doddy Gozali dari PT Gajah Tunggal, produsen IRC.
Di luar FDR dan Indotire, produk lain yang biasa dipilih buat skubek balap adalah impor dari Thailand, yaitu Vee Rubber Gecko. Ukurannya juga tersedia yang 80/90x14 dan 90/90x14.

Peta ban balap skubek juga diramaikan produk Comet. Ban seri racing ukuran 90/80x14 juga tersedia. “Seri racing bukan murni slick, sih. Seperti juga ban intermediate. Jadi ada kembangannya. Bisa dipakai saat hujan juga,” terang Benny Rachmawan dari Mitra2000 yang mendatangkan ban Comet.
Sumber: www.motorplus-online.com
Read More......

Jenis Rangka SPM

Pada dasarnya, rangka motor terbagi tiga. Yakni berbentuk pelat baja, berbentuk pipa atau gabungan keduanya. Sedang jenis pipa ada dua. Tube atau bulat dan kotak. “Kotak biasanya lebih balans sedang tube lebih gampang dibentuk,” Fungsi rangka memang vital. Sebagai penahan beban, penerima getaran juga pengendalian. Uniknya, tiap pabrikan motor menyodorkan rancang bangun rangka beragam, sesuai kebutuhan dan nilai lebih masing-masing.
Jelasnya, semua harus memenuhi persyaratan keamanan lewat kombinasi unsur penting. Seperti rancangan sudut rake dan panjang lengan ayun. Semua mengacu pada center gravity atau titik seimbang motor yang ada di tengah.
SEGITIGA (DIAMOND)
Misal di Jupiter MX 135LC atau Kawasaki KZ200. Di brosur tertera diamond frame untuk mengistilahkan rancang sasis. “Bahan pilihan pipa tubular. Bentuk diamond mengacu pada center bone ke belakang yang berbentuk diamond dengan tulang bawah (underbone),” kata Dede Anwarudin, kepala mekanik PT Yamaha Kencana Cemerlang Motor zona Cileduk.

Menurut Dede, sasis seperti itu ideal untuk Jupiter MX yang berkarakter lincah dan kuat. “Tubular segitiga di bagian tengah membuat kompak,” jelas Dede.

Sasis diamond bertulang bawah di motor baru sebenarnya pengembangan dari sasis underbone murni. Baik yang gabungan pipa pelat atau pipa doang. Agar lebih kokoh, setelah center-bone dibuatkan lagi pipa berbentuk segitiga.
Frame diamond juga diaplikasi pada motor bertulang atas alias back-bone seperti pada Honda tipe CB, GL series, dan Suzuki Thunder tanpa jembatan (cradle) di bagian bawah. Honda Tiger dan New Tiger juga menggunakan diamond frame.
CRADLE (JEMBATAN)
Secara konstruksi, gaya ini lebih kokoh. Sebab tulang bawahnya nyambung ke center-bone dan menopang mesin bawah. Konstruksi ini terbagi atas single cradle, double cradle dan semi double cradle.

Single alias satu pipa, bisa dilihat dari konstruksi Honda GL atau CB. Double cradle atau jembatan ganda dengan ciri khas dua pipa sejajar di bagian bawah. Bisa dilihat pada motor besar macam Honda CB750 Yamaha XS650, Harley-Davidson.

Namun ada juga yang ber-cc kecil seperti Yamaha RX-King dan Scorpio-Z juga mengaplikasi sasis model double cradle. Kawasaki Ninja juga berada di keluarga ini. “Desain seperti ini sangat kokoh,” jelas Dede.

Keluarga cradle lain adalah semi double cradle. Dari down-tube tunggal ke bawah bercabang dua untuk menopang mesin. Sasis ini diaplikasi pada CB 175 juga Suzy TS juga Kawasaki KZ200 alias Binter Merzy dan beberapa kuda besi jenis trail.
TULANG T ATAU TULANG 7
Bisa disebut juga pola back-bone dengan posisi mesin tergantung pada palang atas besar yang biasanya dari pelat baja yang ditempa. Motor klasik seperti Harley-Davidson Sprint 1964, Honda S90/110 atau Suzuki A100 series memakai prinsip ini. Untuk seluruh bebek Kawasaki yang masih beredar saat ini seperti Blitz dan Kaze juga menggunakan pola back bone.
-Berbagai Sumber-
Read More......

Setting Klep 5 Tingkat

Pada dudukan klep atau sitting klep permukaan dalam harus dibikin sudut. Biasa disebut valve seat angle. Ini tergantung mekanik yang menentukan. Mau berapa tingkatan sudut. Yang dilakukan Chandra sih 5 tingkatan sudut.
Dari gambar yang diberikan Chandra, bisa dilihat ada bagian yang diberi nama radius bukan sudut. Katanya bagian ini memang memberi efek radius. “Berdasarkan feeling, besarnya radius 3 mm sampai 4 mm,” jelas pria berkacamata ini.
Selanjutnya bagian 1 yang membentuk sudut 30 derajat dan biasa sisebut top cut atau sudut pelepasan pertama. Tebal bagian ini pada sitting klep yaitu 1 mm.
Kemudian ada bagian yang namanya seat. Membentuk sudut 45 derajat dan ketika klep menutup akan nempel dengan sudut 45 derajat di bibir payung klep. Ketebalan bagian ini pada sitting klep 1,2 sampai 1,5 mm. “Namun prakteknya oleh mekanik dibikin hanya 0,5 mm. Dimaksudkan supaya lebih ringan bergesekan,” ucap Chandra.
Ada juga lagian bagian sitting klep yang membentuk sudut 60 derajat. Disebut undercut approx. Bagian ini akan bertemu dengan sudut 30 derajat di payung klep. Akan tercipta suatu velocity. Atau kecepatan tiba-tiba bila klep membuka. Bagian ini bisa diset 2,5 mm.
Ada dua lagi bagian sitting klep. Yaitu yang membentuk sudut 80 dan 90 derajat. Bagian ini memanfaatkan sisa dari ketebalan dudukan klep. Supaya lebih tebal dan tidak pecah.
Terakhir, ada bagian yang namanya venturi. Ini bagian dalam dari daimeter klep. Besarnya 0,85 sampai 0,90 dari diameter payung klep. Jika klep 31 mm maka 0,0 x 31 = 27,9 mm.
Read More......

Atur Katup & Setting Klep

Sebagai pembuat klep racing TK yang banyak beredar di pasaran, Suwarno Harjo Setio punya rasa tanggung-jawab. Memberi panduan bagi pengguna klep racing supaya didapat hasil yang maksimal. Terutama mengatur ulang bibir payung klep dan sitting klep.
Mengatur bibir payung klep dan sitting klep tidak hanya terjadinya keklopan antara katup dengan dudukan. “Tapi bisa memaksimalkan aliran atau flow gas bakar,” jelas Koh Setio dari markasnya di Polaris Variasi di Jl. Kebon Jeruk III, Kota, Jakarta Barat.
Koh Setio merujuk buku Four-Stroke Performance Tuning karangan A. Graham Bell. Sebagai penerjemahnya yaitu Chandra Sopandi si ‘Master of Valve Setter’ dari bengkel bubut Master Tjendana di Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung.
Sebagai panduan, Chandra memberikan gambar dari klep isap lebih dulu. Mulai bicara dari klep dulu ya. Perhatikan bagian A yang disebut margin klep. Menurut Chandra yang merujuk Graham, katanya tebal permukaan ini 1 s/d 1,5 mm.
Katanya, di klep isap standar jarang menjumpai ukuran setebal ini. Bahkan oleh mekanik biasanya bagian ini dibikin tipis. Bahkan ada mekanik yang berani dibikin tirus dan disebut klep jingkrak. “Dimaksudkan lebih ringan. Namun berisiko cepat rusak lantaran nggak kuat menahan impact beradu dengan sitting klep,” jelas Chandra yang agak ganteng itu.
Selanjutnya masih di payung klep terdapat bagian ‘B’ atau seat. Bagian ini membentuk sudut 45 derajat dan bersentuhan dengan sitting klep. Ketebalan bagian ini rentangnya 1,9 sampai 2,28 mm.
Masih di payung klep bisa dilihat bagian ‘C’ back cut yang membentuk sudut 30 derajat. “Bagian ini ketebalannya bebas saja. Tergantung dari radius pertemuan antara batang dan payung klep,” jelas Chandra yang mendambakan pasangan hidup baik hati itu.
Sebagai pembuat klep racing TK yang banyak beredar di pasaran, Suwarno Harjo Setio punya rasa tanggung-jawab. Memberi panduan bagi pengguna klep racing supaya didapat hasil yang maksimal. Terutama mengatur ulang bibir payung klep dan sitting klep.
Mengatur bibir payung klep dan sitting klep tidak hanya terjadinya keklopan antara katup dengan dudukan. “Tapi bisa memaksimalkan aliran atau flow gas bakar,” jelas Koh Setio dari markasnya di Polaris Variasi di Jl. Kebon Jeruk III, Kota, Jakarta Barat.
Koh Setio merujuk buku Four-Stroke Performance Tuning karangan A. Graham Bell. Sebagai penerjemahnya yaitu Chandra Sopandi si ‘Master of Valve Setter’ dari bengkel bubut Master Tjendana di Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung.
Sebagai panduan, Chandra memberikan gambar dari klep isap lebih dulu. Mulai bicara dari klep dulu ya. Perhatikan bagian A yang disebut margin klep. Menurut Chandra yang merujuk Graham, katanya tebal permukaan ini 1 s/d 1,5 mm.
Katanya, di klep isap standar jarang menjumpai ukuran setebal ini. Bahkan oleh mekanik biasanya bagian ini dibikin tipis. Bahkan ada mekanik yang berani dibikin tirus dan disebut klep jingkrak. “Dimaksudkan lebih ringan. Namun berisiko cepat rusak lantaran nggak kuat menahan impact beradu dengan sitting klep,” jelas Chandra yang agak ganteng itu.
Selanjutnya masih di payung klep terdapat bagian ‘B’ atau seat. Bagian ini membentuk sudut 45 derajat dan bersentuhan dengan sitting klep. Ketebalan bagian ini rentangnya 1,9 sampai 2,28 mm.
Masih di payung klep bisa dilihat bagian ‘C’ back cut yang membentuk sudut 30 derajat. “Bagian ini ketebalannya bebas saja. Tergantung dari radius pertemuan antara batang dan payung klep,” jelas Chandra yang mendambakan pasangan hidup baik hati itu.
Read More......

TIP's BiNTER MerCY KZ

Punya motor lawas semisal Binter Merzy memang asyik. Selain bisa nostalgia, paling enak diajak turing bareng bro-bro klub.
Repotnya, kalau mesin lagi ngadat. Maklum, spare-part motor tahun jebot, susah didapatkan. Apalagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Kalaupun ada, harganya segunung. Muahal, jack.
Tapi usah resah dan gelisah. Bisa simak bocorannya dari Sunar Efendi, pentolan bengkel Lestari Motor yang buka di Jl. Kupang Gunung Timur, Surabaya. Akrab dipanggil Cak Nar. Yuk, kita bahas satu-satu.
1. Piston
Silinder Kawak Merzy yang sudah oversize habis, jangan keburu dibuang. Menurut Cak Nar, masih bisa diisi dengan piston standar bawaan mobil Honda Life. Harganya Rp 150 ribu plus 3 ring piston. Lebih hemat, karena di Merzy cuma butuh satu ring doang. Satu dipakai, sisanya buat stok. Tinggal sesuaikan diameter pistonnya. Caranya, ya kudu dibawa ke tukang bubut.
2. Klep
Sulit cari klep orsi Binter Merzy, kanibal aja dari Hijet 1000 atau Daihatsu Zebra. Tapi nggak langsung pas. Bibir klep kudu dibubut menyesuaikan standarnya. “Harganya nggak lebih dari Rp 50 ribu,” jelas Cak Nar.
3. Pengapian
Binter Merzy keluaran setelah 1984, pengapian sudah CDI. Bila rusak, gunakan CDI Suzuki Shogun. Jika rusak koilnya, comot koil busi GL-Max/Pro. Caranya, kabel positif disambung ke CDI. Sedang kabel negatif masuk ke ground.
4. Kampas Kopling
Kanibal sama CB250 atau ring besinya dibuatkan kampas baru di tukang kampas mobil biaya per biji Rp 20.000.
5. Kampas Rem
Sulit berburu? Tanya ke toko onderdil, apa punya kampas rem RX-Special atau RX-S? Nah, peranti ini bisa diterapkan di Binter.
6. Kabel Kopling
Jika cuma kabel bajanya sih dapat pakai punya Vespa. Tapi paling sip pakai kopling RX-S, Spesial atau keluarganya. Kabel dan selongsongnya langsung plek dipasang.
Read More......