20090401

Atur Katup & Setting Klep

Sebagai pembuat klep racing TK yang banyak beredar di pasaran, Suwarno Harjo Setio punya rasa tanggung-jawab. Memberi panduan bagi pengguna klep racing supaya didapat hasil yang maksimal. Terutama mengatur ulang bibir payung klep dan sitting klep.
Mengatur bibir payung klep dan sitting klep tidak hanya terjadinya keklopan antara katup dengan dudukan. “Tapi bisa memaksimalkan aliran atau flow gas bakar,” jelas Koh Setio dari markasnya di Polaris Variasi di Jl. Kebon Jeruk III, Kota, Jakarta Barat.
Koh Setio merujuk buku Four-Stroke Performance Tuning karangan A. Graham Bell. Sebagai penerjemahnya yaitu Chandra Sopandi si ‘Master of Valve Setter’ dari bengkel bubut Master Tjendana di Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung.
Sebagai panduan, Chandra memberikan gambar dari klep isap lebih dulu. Mulai bicara dari klep dulu ya. Perhatikan bagian A yang disebut margin klep. Menurut Chandra yang merujuk Graham, katanya tebal permukaan ini 1 s/d 1,5 mm.
Katanya, di klep isap standar jarang menjumpai ukuran setebal ini. Bahkan oleh mekanik biasanya bagian ini dibikin tipis. Bahkan ada mekanik yang berani dibikin tirus dan disebut klep jingkrak. “Dimaksudkan lebih ringan. Namun berisiko cepat rusak lantaran nggak kuat menahan impact beradu dengan sitting klep,” jelas Chandra yang agak ganteng itu.
Selanjutnya masih di payung klep terdapat bagian ‘B’ atau seat. Bagian ini membentuk sudut 45 derajat dan bersentuhan dengan sitting klep. Ketebalan bagian ini rentangnya 1,9 sampai 2,28 mm.
Masih di payung klep bisa dilihat bagian ‘C’ back cut yang membentuk sudut 30 derajat. “Bagian ini ketebalannya bebas saja. Tergantung dari radius pertemuan antara batang dan payung klep,” jelas Chandra yang mendambakan pasangan hidup baik hati itu.
Sebagai pembuat klep racing TK yang banyak beredar di pasaran, Suwarno Harjo Setio punya rasa tanggung-jawab. Memberi panduan bagi pengguna klep racing supaya didapat hasil yang maksimal. Terutama mengatur ulang bibir payung klep dan sitting klep.
Mengatur bibir payung klep dan sitting klep tidak hanya terjadinya keklopan antara katup dengan dudukan. “Tapi bisa memaksimalkan aliran atau flow gas bakar,” jelas Koh Setio dari markasnya di Polaris Variasi di Jl. Kebon Jeruk III, Kota, Jakarta Barat.
Koh Setio merujuk buku Four-Stroke Performance Tuning karangan A. Graham Bell. Sebagai penerjemahnya yaitu Chandra Sopandi si ‘Master of Valve Setter’ dari bengkel bubut Master Tjendana di Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung.
Sebagai panduan, Chandra memberikan gambar dari klep isap lebih dulu. Mulai bicara dari klep dulu ya. Perhatikan bagian A yang disebut margin klep. Menurut Chandra yang merujuk Graham, katanya tebal permukaan ini 1 s/d 1,5 mm.
Katanya, di klep isap standar jarang menjumpai ukuran setebal ini. Bahkan oleh mekanik biasanya bagian ini dibikin tipis. Bahkan ada mekanik yang berani dibikin tirus dan disebut klep jingkrak. “Dimaksudkan lebih ringan. Namun berisiko cepat rusak lantaran nggak kuat menahan impact beradu dengan sitting klep,” jelas Chandra yang agak ganteng itu.
Selanjutnya masih di payung klep terdapat bagian ‘B’ atau seat. Bagian ini membentuk sudut 45 derajat dan bersentuhan dengan sitting klep. Ketebalan bagian ini rentangnya 1,9 sampai 2,28 mm.
Masih di payung klep bisa dilihat bagian ‘C’ back cut yang membentuk sudut 30 derajat. “Bagian ini ketebalannya bebas saja. Tergantung dari radius pertemuan antara batang dan payung klep,” jelas Chandra yang mendambakan pasangan hidup baik hati itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuliskan Pesan/Komentar Anda !